ANDAI-ANDAI NAIK KELAS

Image

Emak, ketika pesta panen bulan depan.Kala saatnya guru membagikan rapor kenaikan kelas.Jangan sambat pada dukun untuk menghapus warna merah, prestasi tak bisa digapai lewat sesaji dan jampi-jampi.

Emak, andai naik kelas rangking pertama, belikan sepatu yang bias menyala seperti anak-anak kota. Dengan memakai sepatu

berlampu akan menjadi semakin jelas siapa yang harus ditendang dan siapa yang diinjak-injak.

Emak, dikelas enam ada guru yang galak bukan kepalang, padahal nama guru diambil dari kitab suci, pernah ada oknum murid yang ditempeleng gundulnya, karena tidak bias menjawab pertanyaan dikelas, ditanya siapa nama presiden Israel dijawab Liem Sioe liong, yang benar kan Edi Tanzil!. Pernah juga penghapus melayang dijidat temanku, karena kebih banyak mengenal cabinet mentri penerangan, namum tak mengetahui siapa nama mentri pendidikan.

Emak, bila rapor bebes angka merah, kelak aku lebih suka jadi petani, Menggarap sawah entah milik siapa. Bila ada tiga nilai merah ku hendak jadi wartawan, yang mengetahui segala hal namun tak tau nasib sendiri. Bila ada lima nilai merah ku hendak jadi tentara, sebagai tentara sungguh seperti anak balita, potong rambut dan nonton bioskup bayar setengah harga. Bahkan tentara yang sial pun bias menjadi walikota. Bila seluruh angka rapor merah membara, tak perlu lagi system pendidikan diteruskan, sebab hanya akan melahirkan anak-anak metal, yang gagal menjadi generasi pembayar hutang masa depan.

Emak, hama wereng datang menyerang, paceklik menghadang, pesta panen batal dilaksanakan. Maka rapor kenaikan kelas tak juga disampaikan. Anak didik makin gelisah diruang kelas yang sumpek dan lembab
bagai pasar sayur-mayur. Murid-murid bertumpuk seperti cabai rawit, kol gepeng, wortel tanpa daun, lombok keriting dan bayam ikatan dilempar ke pasar induk dengan harga menyadihkan.

Emaaaaaaaaaaaaaak”

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s